My Interview with GameDevID
Sunday, July 1st, 2007Game Developers Indonesia
I did an interview with GamedevID, unfortunately the interview-Q and A form is in Indonesian language. So, if you are an Indonesian gamedev, click this link : Q and A interview
And you can also fill in the Q and A interview form yourself, considering you are a game developer or an artist or a hobbyist, it doesn’t matter, just fill in the form and let everyone else know what you think about the game development and industry in Indonesia!
Jawaban dari Mae
yang lalu.
J : Nama lengkap kamu siapa ?
T : Mae
J : Universitas / Kampus/ Sekolah / Organisasi / Company / Team kamu namanya apa ?
T : Jiao Tong University in 3D animation, Spicy Horse Games American Mcgee
J : jabatannya apa ?
T : 3D artist, Game Tester (Quality Assurance)
J : ymid dan msnidnya apa ?
T : YM : Ladywolf
MSN : Merlyntj@yahoo.com
MSN : Merlyntj@yahoo.com
J : skills dan knowledge apa saja yang kamu kuasai ? Tools apa saja yang kamu bisa ?
T : Modeling, Texturing, Character design, Game review, QA
testing, Maya, 3D max, Photoshop, Flash, Painter, After effects
testing, Maya, 3D max, Photoshop, Flash, Painter, After effects
J : sudah berapa hasil karya yang kamu kerjakan ? ceritain dong
T : Bikin simple gaming object for Grimm Project-American Mcgee
J : menurut kamu apakah bekerja di bidang industri games development
bisa menguntungkan ? kenapa ? bagaimana prospeknya ke depan menurut
kamu ?
T : Kalo menurut gue, I love the
job, so…can\’t live without it, jadi untung atau tidak untung, i
don\’t really care, dan prospeknya ke depan, gue sih bahagia-bahagia
aja, selama gua masih bisa bikin game
job, so…can\’t live without it, jadi untung atau tidak untung, i
don\’t really care, dan prospeknya ke depan, gue sih bahagia-bahagia
aja, selama gua masih bisa bikin game
J : paham mengenai model bisnis outsourcing kan ?
yaitu kecenderungan negara2 industri maju melempar proses pembuatan
aplikasi/software/games ke negara2 berkembang seperti India,China dan Vietnam, kamu setuju dengan model bisnis outsourcing ?
T : Yeah, gue di China kali…
J : Menurut kamu, apakah Sumber Daya Manusia Indonesia dapat
mengerjakan project2 outsourcing ? dalam bidang apa SDM indonesia dapat
mengerjakan project outsourcing ? arts 2D/3D, Programming, Sound
Effect, Song composer atau hal lain ?
T : Bisa, asal para artist-artist di Indonesia bergabung untuk membuat
satu project dalam Team , consisting Indonesian Professional Artist.
Gue liat di Indo banyak kok artist-artist yang berbakat. Dan banyak
juga orang Indonesia yang bekerja di luar negri sebagai Professional
artist. Cuman sayangnya gue blom pernah denger orang Indo yang sukses
dan terkenal sebagai Professional Game Designer.
satu project dalam Team , consisting Indonesian Professional Artist.
Gue liat di Indo banyak kok artist-artist yang berbakat. Dan banyak
juga orang Indonesia yang bekerja di luar negri sebagai Professional
artist. Cuman sayangnya gue blom pernah denger orang Indo yang sukses
dan terkenal sebagai Professional Game Designer.
J : Sekarang ini telah dibuka program pendidikan khusus untuk games
pada sekolah universitas ITS dan ITB, menurut kamu apakah industri
games indonesia sudah memerlukan program pendidikan seperti itu ?
bagaimana program pendidikan sekolah tersebut dapat menjawab kebutuhan
dunia industri games nasional ?
T : Sangat diperlukan. Kuliah dan pendidikan tentang berkembangnya
dunia game saat ini tengah dilaksanakan oleh negara-negara maju seperti
America, Germany, France, Canada, dan disusul oleh negara-negara
berkembang seperti China, Thailand, Vietnam, jadi menurut gue Indonesia
pun tidak boleh ketinggalan. Karena gue lihat, dalam 5 tahun kedepan,
Indonesia sudah akan memulai bisnis Game industry sebagai Outsource.
Dan dimana pengeluaran untuk outsourcing di negara-negara seperti China
sudah mulai meninggi biayanya, gue yakin orang luar negri akan mulai
melirik Indonesia. Statement ini gue dapet dari berbagai orang yang
memiliki Game development studio di luar negri, dan juga beberapa teman
European yang memiliki pabrik di luar negri.
dunia game saat ini tengah dilaksanakan oleh negara-negara maju seperti
America, Germany, France, Canada, dan disusul oleh negara-negara
berkembang seperti China, Thailand, Vietnam, jadi menurut gue Indonesia
pun tidak boleh ketinggalan. Karena gue lihat, dalam 5 tahun kedepan,
Indonesia sudah akan memulai bisnis Game industry sebagai Outsource.
Dan dimana pengeluaran untuk outsourcing di negara-negara seperti China
sudah mulai meninggi biayanya, gue yakin orang luar negri akan mulai
melirik Indonesia. Statement ini gue dapet dari berbagai orang yang
memiliki Game development studio di luar negri, dan juga beberapa teman
European yang memiliki pabrik di luar negri.
J : Motivasi apa yang menyebabkan kamu berada di dunia game industri
sekarang ? apakah berdasarkan minat/bakat kamu ataukah kebetulan ? bila
dalam waktu beberapa tahun ke depan, bidang industri games tidak
mengalami kemajuan, kira-kira alternatif bidang pekerjaan lain apa yang
akan kamu tekuni ?
T : Gue sih , murni karena Passion. I have great passion in the game
industry, game , and cannot live without it. Jika dalam beberapa tahun
kedepan dunia game tidak mengalami kemajuan sekalipun, gue akan tetep
berkecimpung di dunia game, dan berusaha untuk membuat game yang
kembali menarik minat masyarakat.
industry, game , and cannot live without it. Jika dalam beberapa tahun
kedepan dunia game tidak mengalami kemajuan sekalipun, gue akan tetep
berkecimpung di dunia game, dan berusaha untuk membuat game yang
kembali menarik minat masyarakat.
J : menurut kamu, apa sebenarnya masalah yang dihadapi oleh pembuat
games lokal (programmer/developer/artis/composer/businessmen) ? apakah
masalah fund ? equipment/peralatan ? infrastruktur ? kreativitas ?
skills/knowledge terbatas ? inovasi ? talent/bakat ? ceritakan dong ,
menurut pandangan kamu
T : Menurut pandangan gue, pemerintah saat ini sama sekali tidak
memperhatikan arah perkembangan game industry di Indonesia. Dan
professionalisme dan pengalaman Indonesia di dalam gaming industry
masih sangat kurang. Teknologi sebenarnya bukan masalah yang utama,
karena perangkat komputer yang dibutuhkan bisa diimport dari luar negri
seandainya tidak ada di Indonesia, hanya orang-orangnya yang perlu
dikumpulkan, bakat-bakat tenaga kerjanya yang perlu diasah.
Professionalism mereka perlu ditingkatkan, kerjasama dengan orang
asing, koneksi, dan diharapkan dibukanya sarana pendidikan yang
mencapai taraf International untuk melatih dan mendidik para artist di
Indonesia, merubah mental kerja artist-artist di Indonesia, mampu
memenuhi syarat-syarat dan deadline dari Client, speed, mampu mencapai
standard International, dan juga kesulitan utama di negara seperti
Indonesia dalam membuat Game development studio sendiri adalah; dengan
maraknya CD bajakan di Indonesia. Dengan begitu mematikan bisnis
seperti game industry. Karena market bisa dikatakan dimatikan; oleh
beredarnya CD game bajakan.
Sedangkan gue yakin di Indonesia sendiri banyak artist-artist yang
berbakat, hanya sayangnya sarana pendidikan di Indonesia kurang
memadai. Dan lowongan kerja sangat-sangat terbatas. Gue berharap dalam
5 tahun kedepan, semua ini akan membaik, dan lowongan kerja di
Indonesia semakin meluas dalam bidang Gaming industry. Karena saat ini
banyak artist-artist di Indonesia yang \’lari\’ ke luar negri untuk
mencari pekerjaan di bidang ini, karena gaji dan fasilitas dan
ketenaran dalam bekerja di Game industry di indonesia masih suram pada
saat ini.
memperhatikan arah perkembangan game industry di Indonesia. Dan
professionalisme dan pengalaman Indonesia di dalam gaming industry
masih sangat kurang. Teknologi sebenarnya bukan masalah yang utama,
karena perangkat komputer yang dibutuhkan bisa diimport dari luar negri
seandainya tidak ada di Indonesia, hanya orang-orangnya yang perlu
dikumpulkan, bakat-bakat tenaga kerjanya yang perlu diasah.
Professionalism mereka perlu ditingkatkan, kerjasama dengan orang
asing, koneksi, dan diharapkan dibukanya sarana pendidikan yang
mencapai taraf International untuk melatih dan mendidik para artist di
Indonesia, merubah mental kerja artist-artist di Indonesia, mampu
memenuhi syarat-syarat dan deadline dari Client, speed, mampu mencapai
standard International, dan juga kesulitan utama di negara seperti
Indonesia dalam membuat Game development studio sendiri adalah; dengan
maraknya CD bajakan di Indonesia. Dengan begitu mematikan bisnis
seperti game industry. Karena market bisa dikatakan dimatikan; oleh
beredarnya CD game bajakan.
Sedangkan gue yakin di Indonesia sendiri banyak artist-artist yang
berbakat, hanya sayangnya sarana pendidikan di Indonesia kurang
memadai. Dan lowongan kerja sangat-sangat terbatas. Gue berharap dalam
5 tahun kedepan, semua ini akan membaik, dan lowongan kerja di
Indonesia semakin meluas dalam bidang Gaming industry. Karena saat ini
banyak artist-artist di Indonesia yang \’lari\’ ke luar negri untuk
mencari pekerjaan di bidang ini, karena gaji dan fasilitas dan
ketenaran dalam bekerja di Game industry di indonesia masih suram pada
saat ini.